
Dia adalaah kak Amir, sy berteman dgn di sejak tahu bahwa dia adalah adeknya kak agus, kk agus itu saya kenal ketika saya PRAKERIN di DISHUB KOMINFO Kab.Jeneponto, saya sangat akrab dengan kak agus dia sangat baik kepada saya. Suatu hari saya mengikuti gerak jalan santai ditegah perjalanan saya melihat kak agus di pinggir jalan entalah dia lagi bikin apa, trus saya sapa dia eehh... ternyata kak amir pun berkata itu kakak saya. Jadi saat itulah saya mulai akrab dgn kak amir. Tiap hari kami selalu bersama, makan bersama, kami saling membantu satu sama lain.

Tetapi Tuhan berkehendak lain, kami dipisahkan dengan adanya suatu masalah, tetapi persahabatan kami tidak akan pernah putus dengan adanya masalah itu, saya pun sesali masalah itu karena masalah itu membuat saya jauh dari orang-orang tersayang saya terutama keluarga, Kini kami terpisah namun kami selalu meluangkan waktu untuk bertemu, kini kak amir beralih profesi menajadi sarjana ekonomi dan sekarang dia sudah menyangdang SARJANA EKONOMI, tetapi diantara teman2nya yang lain hanya saya yang tahu klo dia sdh sarjana.Dan sayapun tidak akan menceritakan semua ini kpd teman2 yg pernah dekat dengn kami. Teman2 yang lainpun banyak yang tidak suka dengan dia tetapi dia tdk tahu klo di ruangan banyak yang tidak suka dengan dia, tetapi saya tdk brani untuk mengatakan kepada dia karena takut dia kecewa dengan teman2, Kak Amir yang sabar yach, suatu saat nanti saya akan ceritakan semua ini kepadamu,sebagian teman2 mangatakan bahwa kak amir beginilah begitulah tetapi saya tidak menanggapinya seperti itu, saya tidk merasa kalo kak amir seperti itu, Tuhan pun tahu apa yang sebenarnya terjadi, Tetapi tidak apalah pasti Tuhan akan memberikan ganjaran kepada mereka yang iri hati kpd kak amir.


Terutama teman yang satu ini, dia orangnya kaya,dia anaknya manja, bergaya hidup mewah, dia dari keluarga pejabat negara, dia sangat sangat tidak suka dengan kak amir, padahal dia sangat dihormati oleh kak amir dan yang lainnya tetapi dia tidak tahu diri sekali jadi orang, dia malah menjatuhkannya.Saya shee... kasihan sama dia masa anak dari seorang yang berpendidikan tinggi kelakuannya begitu. harusnya dia lebih berwibawah, bapaknya shee.. kelihatan baik dan rajin beribadah, tapi mudah2an she... kedepannya nanti dia bisa berubah menjadi lebih baik. Amiiiiiiiiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar