Rahasia di Balik Sakit
(Secret
Beyond Pain)
Artinya:
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan
dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya
kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35).
Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir
al-Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan
kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal
dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu
Jarir). Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga
merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di
balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar
oleh akal manusia.
Sakit
menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang
artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua
urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang
mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan
kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini
merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim)
Sakit
akan menghapuskan dosa
Artinya:
“Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh
perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari
kesalahan-kesalahanmu).” (QS. asy-Syuura: 30).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah
menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan
juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan
dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)
Sakit
akan Membawa Keselamatan dari api neraka
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
yang artinya,” Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena
sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam
sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi. (HR. Muslim)
Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci
maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada
Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku,
sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit
demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al
Bazzar, shohih)
Sakit
akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya
Artinya:
“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat
sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan
kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan
diri. (QS. al-An’am: 42)
yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah
kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat
dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)
Terdapat
hikmah yang banyak di balik berbagai musibah
Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit
dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah
yang sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah
berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung
dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat
kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu
sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu
Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a
dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)
Beberapa hikmah itu
adalah sebagai berikut,
·
Pertama, secara medis sakit merupakan suatu peringatan (warning)
mengenai tingkat kekuatan tubuh kita. Jika tubuh kita mengalami satu kondisi,
kemudian berakibat sakit, hal itu merupakan peringatan agar kita menghindari
kondisi yang sama yang dapat menyebabkan sakit tersebut. Sakit juga memberi
kesempatan kepada kita untuk beristirahat dan berkonsultasi dengan dokter
sehingga penyakit yang ada tidak menjadi lebih parah dan sulit diobati. Tak
jarang, sakit yang dialami mencegah seseorang agar tidak terkena penyakit yang
lebih berat lagi.
·
Kedua, sakit dapat menjadi penggugur dosa. Penyakit yang diderita
seorang hamba menjadi sebab diampuninya dosa yang telah dilakukan, termasuk
dosa-dosa setiap anggota tubuh. Rasulullah SAW. bersabda,
“Tidaklah seorang
Muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan
menggugurkan bersama dosa-dosanya, seperti pohon yang menggugurkan
daun-daunnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurayrah radhiyallahu ’anhu diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : ”Cobaan itu akan selau menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, pada diri anaknya ataupun pada hartanya, sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)
Dari Abu Hurayrah radhiyallahu ’anhu diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : ”Cobaan itu akan selau menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, pada diri anaknya ataupun pada hartanya, sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)
·
Ketiga, orang yang sakit akan mendapatkan pahala dan ditulis untuknya
bermacam-macam kebaikan dan ditinggikan derajatnya. Rasulullah
SAW bersabda,
“Tiadalah tertusuk
duri atau benda yang lebih kecil dari itu pada seorang Muslim, kecuali akan
ditetapkan untuknya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu
kesalahan.” (HR. Muslim) Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu
pernah berkata, “Tidak ada penyakit yang menimpaku yang lebih aku sukai
daripada demam. Karena demam merasuki seluruh organ tubuhku. Sementara Allah
akan memberikan pahala pada setiap organ tubuh yang terkena demam.”
Seorang wanita datang menemui Nabi shallallahu ’alayhi wasallam, ia berkata : ”Saya mengidap penyakit epilepsi dan apabila penyakitku kambuh, pakaianku tersingkap. Berdoalah kepada Allah untuk diriku”. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : ”Kalau engkau bersabar, engkau mendapatkan jannah. Tapi kalau engkau mau, aku akan mendoakan agar engkau sembuh”. Wanita itu berkata : ”Aku bersabar saja”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Seorang wanita datang menemui Nabi shallallahu ’alayhi wasallam, ia berkata : ”Saya mengidap penyakit epilepsi dan apabila penyakitku kambuh, pakaianku tersingkap. Berdoalah kepada Allah untuk diriku”. Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda : ”Kalau engkau bersabar, engkau mendapatkan jannah. Tapi kalau engkau mau, aku akan mendoakan agar engkau sembuh”. Wanita itu berkata : ”Aku bersabar saja”. (HR. Bukhari dan Muslim)
·
Keempat, sakit dapat menjadi jalan agar kita selalu ingat pada Allah.
Dalam kondisi sakit biasanya orang merasa benar-benar lemah, tidak berdaya,
sehingga ia akan bersungguh-sungguh memohon perlindungan kepada Allah
SWT. Zat yang mungkin telah ia lalaikan selama ini.
Kepasrahan ini pula yang menuntunnya untuk bertobat.
Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam pernah bersabda : ”Sesungguhnya besarnya pahala (balasan) sangat ditentukan oleh besarnya cobaan. Dan jika sekiranya Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji dan memberikan cobaan kepada mereka”. (HR. Tirmidzi dan Baihaqi).
Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam pernah bersabda : ”Sesungguhnya besarnya pahala (balasan) sangat ditentukan oleh besarnya cobaan. Dan jika sekiranya Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menguji dan memberikan cobaan kepada mereka”. (HR. Tirmidzi dan Baihaqi).
·
Kelima, sakit bisa menjadi jalan kita untuk membersihkan penyakit
batin. Pendapat Ibnu Qayyim, “Kalau manusia itu tidak pernah
mendapat cobaan dengan sakit dan pedih, ia akan menjadi manusia ujub dan takabur.
Hatinya menjadi kasar dan jiwanya beku. Oleh karena itu, musibah dalam
bentuk apa pun adalah rahmat Allah yang disiramkan
kepadanya, akan membersihkan karatan jiwanya dan menyucikan ibadahnya.
Itulah obat dan penawar kehidupan yang diberikan Allah untuk setiap
orang beriman. Ketika ia menjadi bersih dan suci karena penyakitnya,
martabatnya diangkat dan jiwanya dimuliakan, pahalanya pun berlimpah-limpah
apabila penyakit yang menimpa dirinya diterimanya dengan sabar dan ridha.“
·
Keenam, sakit mendorong kita untuk menjalani hidup lebih sehat, baik
sehat secara jasmani maupun rohani. Sakit membuat orang tahu manfaat sehat.
Tidak jarang orang merasakan nikmat justru ketika
sakit. Begitu banyaknikmat Allah yang selama ini
lalai ia syukuri. Bagi orang yang banyak bersyukur dalam
sakit, ia akan memperoleh nikmat.
·
Ketujuh, secara sosial sakit mengajarkan kepada kita bagaimana
merasakan penderitaan orang lain, seperti halnya puasa yang mendidik kita agar
mengetahui bagaimana pedihnya rasa lapar dan dahaga yang dialami kaum papa.
Rasa sakit harusnya melahirkan kepekaan sosial yang lebih tinggi.
Ingatlah
saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada
hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya
Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.”
(HR. Tirmidzi, shohih). Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan
dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini. Amin.
Kesehatan
Dalam Pandangan Islam
(Health In view of Islam)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman
:
Artinya:
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang
disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh,
yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya,
dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga)
mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah
kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan)
agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku.
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan
kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka
barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Maa’idah, 5: 3).
Islam memiliki perbedaan yang
nyata dengan agama-agama lain di muka bumi ini. Islam sebagai agama yang
sempurna tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang Khalik-nya dan alam
syurga, namun Islam memiliki aturan dan tuntunan yang bersifat komprehensif1,
harmonis, jelas dan logis. Salah satu kelebihan Islam yang akan dibahas dalam
tulisan ini adalah perihal perspektif Islam dalam mengajarkan kesehatan bagi
individu maupun masyarakat.
“Kesehatan merupakan salah satu
hak bagi tubuh manusia” demikian sabda Nabi Muhammad SAW. Karena kesehatan
merupakan hak asasi manusia, sesuatu yang sesuai dengan fitrah manusia, maka
Islam menegaskan perlunya istiqomah memantapkan dirinya dengan menegakkan agama
Islam. Satu-satunya jalan dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan
meninggalkan larangan-Nya. Allah berfirman:
Artinya:
”Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh-penyembuh
bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk dan rahmat bagi
orang-orangnya yang beriman” (QS:Yunus 57).
Sehat menurut batasan World
Health Organization adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial
yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Tujuan Islam mengajarkan hidup yang bersih dan sehat adalah menciptakan
individu dan masyarakat yang sehat jasmani, rokhani, dan sosial sehingga umat
manusia mampu menjadi umat yang pilihan.
A.
Kebersihan, membersihkan dan menyucikan
diri
1. Tubuh: Islam memerintahkan mandi bagi umatnya
karena 23 alasan dimana 7 alasan merupakan mandi wajib dan 16 alasan lainnya
bersifat sunah.
2. Tangan: Nabi Muhammad SAW bersabda: “Cucilah kedua
tanganmu sebelum dan sesudah makan “, dan ” Cucilah kedua tanganmu setelah
bangun tidur. Tidak seorang pun tahu dimana tangannya berada di saat tidur.”
3. Islam memerintahkan kita untuk mengenakan pakaian
yang bersih dan rapi.
4. Makanan dan minuman: Lindungilah makanan dari debu
dan serangga, Rasulullah SAW sersabda: “Tutuplah bejana air dan tempat minummu
”
5. Rumah: “Bersihkanlah rumah dan halaman rumahmu”
sebagaimana dianjurkan untuk menjaga kebersihan dan keamanan jalan:
“Menyingkirkan duri dari jalan adalah ibadah.”
6. Perlindungan sumber air, misalnya sumur, sungai dan
pantai. Rasulullah melarang umatnya buang kotoran di tempat-tempat sembarangan.
Perintah-perintah Rasulullah SAW
tersebut di atas memiliki makna bahwa kita harus menjaga kebersihan dan
kesehatan agar terhindar dari berbagai infeksi saluran pencernaan.
B.
Penanggulangan dan penanganan epidemi
penyakit
1. Karantina penyakit: Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Jauhkanlah dirimu sejauh satu atau dua tombak dari orang yang berpenyakit
lepra ”
2. Islam juga mengajarkan prinsip-prinsip dasar
penanganan dan penanggulangan berbagai penyakit infeksi yang membahayakan
masyarakat (misalnya wabah kolera dan cacar), “Janganlah engkau masuk ke dalam
suatu daerah yang sedang terjangkit wabah, dan bila dirimu berada di dalamnya
janganlah pergi meninggalkannya.”
3. Islam menganjurkan umatnya melakukan upaya proteksi
diri (ikhtiar) dari berbagai penyakit infeksi, misalnya dengan imunisasi.
C.
Makanan
1. Makanan yang diharamkan.
Artinya: “Sesungguhnya
Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang
(ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. Tetapi barangsiapa dalam
keadaan terpaksa (memakannya) sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula)
melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang”. (QS. 2. Al Baqarah, 2:173 )
Setiap
makanan yang dilarang di dalam Al Quran ternyata saat ini memiliki argumentasi
ilmiah yang dapat dibuktikan dengan ilmu pengetahuan. Makanan yang diharamkan
dapat mengganggu kesehatan manusia, baik pengaruh buruk bagi kesehatan
(kolesterol, racun) maupun mengandung berbagai penyakit yang membahayakan tubuh
(Trichina, Salmonella, cacing pita, dll.).
2. Makanan sehat dan halal:
Islam
memerintahkan umatnya untuk makan makanan yang baik dan halal, misalnya daging,
ikan, madu dan susu. Makanan-makanan yang baik dan halal bermanfaat bagi tubuh.
Islam menolak paham vegetarian. Pola konsumsi yang hanya tergantung pada jenis
sayuran belaka tidak sehat bagi tubuh karena kebutuhan protein tidak dapat
tercukupi hanya dari konsumsi sayuran saja.
3. Menjaga perilaku muslim ketika makan:
Islam
menegaskan kepada orang muslim untuk menjaga etika ketika makan. Allah memerintahkan
kita untuk makan tidak berlebih-lebihan sedangkan Rasulullah SAW mengatakan
bahwa “perut adalah seburuk-buruk tempat untuk diisi”. Sebagian besar penyakit
bersumber dari perut. Oleh karenanya Maha Benar Allah SWT dalam Firman-Nya :
Artinya: “Apa
saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang
menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul
kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi”. (QS 4. An Nisaa’ :
79)
D. Olahraga
Islam menegaskan pentingnya
olahraga untuk menciptakan generasi Rabbani yang kuat dan sehat. Oleh
karenanya, Islam mengajarkan setiap muslim untuk mengajarkan anak-anaknya
bagaimana cara memanah, berenang, dan berkuda.
E. Kesehatan seksual
Kehidupan seksual merupakan pokok
bahasan yang sangat penting bagi orang muslim, karena sangat berpengaruh bagi
kesehatan dan perilaku manusia, namun Islam menolak pendapat ilmuwan yang
menekankan perilaku seksual sebagai motif utama seseorang untuk bertindak.
1. Pendidikan seksual
2. Islam mengajarkan kepada umat Islam, untuk memilih
calon pasangan hidup yang baik dan berakhlaq mulia.
3. Islam mengajarkan tata krama (adab) menggauli
pasangannya agar mencapai kebahagiaan dalam membina keluarga yang sakinah dan
rahmah.
4. Islam sangat melarang perilaku berhubungan seks
dengan sesama jenis dan binatang.
5. Disunahkan untuk sirkumsisi (sunat) bagi laki-laki
6. Islam membolehkan kaum pria untuk berpoligami untuk
menghindari perzinahan, namun dengan syarat-syarat tertentu .
7. Menjaga kebersihan dan kesucian organ-organ
seksualitas, misalnya bersuci setelah buang air besar dan buang air kecil,
larangan berhubungan seksual ketika istri sedang haid, berhubungan badan
melalui dubur dan membersihkan alat kelamin setelah berhubungan badan dan
setelah selesai datang bulan.
F. Kesehatan jiwa
Islam memberikan jawaban bagi
kehausan jiwa manusia terhadap ketenangan batin. Kesehatan jiwa mempengaruhi
kesehatan badan.
G. Puasa
Puasa, bagian dari ibadah yang
harus dilaksanakan oleh umat Islam dalam menegakkan agama, sesudah pernyataan
imannya. Konsekuensi beriman antara lain melaksanakan perintah puasa. Betapa
pentingnya berpuasa sehingga Allah menempatkan posisi hamba-Nya yang berpuasa
dengan posisi yang istimewa. ”Puasa itu untuk-Ku. Tidak ada yang tahu. Dan Aku
akan memberi pahala semau-Ku.”
Keistimewaan itu sudah barang
tentu ada tujuan Allah agar mendapatkan hikmah pada dirinya, yaitu kesehatan
dan sekaligus kebahagiaan. Janji Allah diberikan kepada orang yang berpuasa
ditegaskan dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan
Abu Nu’aim: ”Berpuasalah maka anda akan sehat.” Dengan berpuasa akan sehat
jasmani, rohani dan hubungan sosial.
1.
Manfaat bagi Kesehatan Badan (jasmani).
Tidak seorang pun ahli medis baik
muslim maupun non muslim yang meragukan manfaat puasa bagi kesehatan manusia.
Dalam buku yang berjudul ”Pemeliharaan Kesehatan dalam Islam” oleh Dr Mahmud
Ahmad Najib (Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Ain-Syams Mesir),
ditegaskan puasa sangat berguna bagi kesehatan. Antara lain:
·
Puasa memperkecil sirkulasi darah sebagai perimbangan untuk mencegah keluarnya
keringat dan uap melalui pori-pori kulit serta saluran kencing tanpa perlu
menggantinya. Menurutnya curah jantung dalam mendistribusikan darah keseluruh
pembuluh darah akan membuat sirkulasi darah menurun. Dan ini memberi kesempatan
otot jantung untuk beristirahat, setelah bekerja keras satu tahun lamanya.
Puasa akan memberi kesempatan pada jantung untuk memperbaiki vitalitas dan
kekuatan sel-selnya.
·
Puasa memberi kesempatan kepada alat-alat pencernaan untuk beristirahat setelah
bekerja keras sepanjang tahun. Lambung dan usus beristirahat selama beberapa
jam dari kegiatannya, sekaligus memberi kesempatan untuk menyembuhkan infeksi
dan luka yang ada sehingga dapat menutup rapat. Proses penyerapan makanan juga
berhenti sehingga asam amoniak, glukosa dan garam tidak masuk ke usus. Dengan
demikian sel-sel usus tidak mampu lagi membuat komposisi glikogen, protein dan
kolesterol. Disamping dari segi makanan, dari segi gerak (olah raga), dalam
bulan puasa banyak sekali gerakan yang dilakukan terutama lewat pergi ibadah.
2.
Manfaat bagi Kesehatan Rohani (Mental).
Perasaan (mental) memegang
peranan penting dalam kehidupan manusia. Mendapat rasa senang, gembira, rasa
puas serta bahagia, merupakan tujuan bermacam-macam ikhtiar manusia
sehari-hari. Bila seseorang menangani gangguan kesehatan, tidak boleh hanya
memperhatikan gangguan badaniah saja, tetapi sekaligus segi kejiwaan dan sosial
budayanya. Rohani datang dari Allah, maka kebahagiaan hanya akan didapat
apabila makin dekat kepada pencipta-Nya.
Artinya:
”Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian
itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS:Al Baqarah 45).
Artinya:
”Orang-orang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah.
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS:Ar-Ra’d
28).
Artinya:
”Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam
surga-Ku.”(QS:Al Fajr 27-30).
3.
Manfaat Puasa bagi hubungan sosial.
Artinya:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara, karena itu damaikanlah
antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat
rahmat.”(QS:Al Hujurat 10)
Artinya:
”Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada syurga yang
luasnya langit dan bumi dan disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu)
orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit, dan
orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah
menyukai orang-orang yang bebuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila
melakukan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah,
lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat
mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan
kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”(QS Al Imran 133-135). Wallahualam.
MATIKAN
ROKOK MU SEBELUM ROKOK MEMATIKANMU
(turn off your cigarette before
turning off your cigarette)
Sesungguhnya
Allah ta’ala mengutus Nabi Muhammad dengan petunjuk-Nya dan agama yang hak,
untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya dan membersihkan serta
mensucikan hati mereka dari kotoran kekufuran dan kefasikan dan membebaskan
mereka dari belenggu penghambaan kepada selain Allah ta’ala.
Dia
(Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam) membersihkan manusia dari kesyirikan
dan kehinaan kepada selain Allah dan memerintahkannya untuk beribadah hanya
kepada Allah semata dengan merendahkan diri dan mencintai-Nya dan meminta serta
memohon kepada-Nya dengan penuh harap dan takut.
Dia
juga mensucikan manusia dari setiap kebusukan maksiat dan perbuatan dosa, maka
dia melarang manusia atas setiap perbuatan keji dan buruk yang dapat merusak
hati seorang hamba dan mematikan cahayanya dan agar menghiasinya dengan akhlak
mulia dan budi perkerti luhur serta pergaulan yang baik untuk membentuk pribadi
muslim yang sempurna. Maka dari itu dia menghalalkan setiap sesuatu yang baik
dan mengharamkan setiap yang keji, baik makanan, minuman, pakaian, pernikahan
dan lainnya.
Termasuk
yang diharamkan karena dapat menghilangkan kesucian adalah merokok, karena
berbahaya bagi fisik dan mengdatangkan bau yang tidak sedap, sedangkan Islam
adalah (agama) yang baik, tidak memerintahkan kecuali yang baik. Seyogyanya
bagi seorang muslim untuk menjadi orang yang baik, karena sesuatu yang baik
hanya layak untuk orang yang baik, dan Allah ta’ala adalah Maha Baik tidak
menerima kecuali yang baik.
Merokok
dapat menyebabkan resiko penyakit kanker, untuk itu hindarilah rokok karena
kalau keterusan akan membuat kantong anda kering
Berikut
akan kami kemukakan beberapa fatwa dari para ulama terkemuka tentang hukum
rokok : “Merokok hukumnya haram, begitu juga memperdagangkannya. Karena
didalamnya terdapat sesuatu yang membahayakan, telah diriwayatkan dalam sebuah
hadits :
“ Tidak (boleh melakukan/menggunakan sesuatu yang) berbahaya atau membahayakan” (Riwayat Ahmad dalam Musnadnya, Malik dan Atturmuzi)
“ Tidak (boleh melakukan/menggunakan sesuatu yang) berbahaya atau membahayakan” (Riwayat Ahmad dalam Musnadnya, Malik dan Atturmuzi)
Artinya: “(Yaitu)
orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati
tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh
mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang
mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka
segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu
yang ada pada mereka574. Maka orang-orang
yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang
terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yang
beruntung.”
Merokok
diharamkan, begitu juga halnya dengan Syisyah, dalilnya adalah firman Allah
ta’ala:
Artinya :”Dan
belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan
dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya
Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik”. (Al-Baqarah : 195)
Artinya: “ Dan
janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta
(mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah sebagai pokok
kehidupan..” (An Nisa:5)
Kita
dilarang menyerahkan harta kita kepada mereka yang tidak sempurna akalnya
karena pemborosan yang mereka lakukan. Tidak diragukan lagi bahwa mengeluarkan
harta untuk membeli rokok atau syisyah merupakan pemborosan dan merusak bagi
dirinya, maka berdasarkan ayat ini hal tersebut dilarang.
Sunnah
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam juga menunjukkan pelarangan terhadap
pengeluaran harta yang sia-sia, dan mengeluarkan harta untuk hal ini (rokok dan
syisyah) termasuk menyia-nyiakan harta.
“Telah
dikeluarkan sebuah fatwa dengan nomor: 1407, tanggal 9/11/1396H, dari Panitia
Tetap Lembaga Riset Ilmiah dan Fatwa di Riyadh, sebagai berikut: “Tidak
dihalalkan memperdagangkan rokok dan segala sesuatu yang diharamkam karena dia
termasuk sesuatu yang buruk dan mendatangkan bahaya pada tubuh, rohani dan
harta.
Artinya: “ Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata darinya “ (Al Baqarah: 267)
Rasulullah
Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “ Sesungguhnya Allah Maha Baik, tidak
akan menerima kecuali yang baik “ (al Hadits)
Kata
mutiara konyol tentang rokok
1.
Perokok
pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, maka untuk mengurangi resiko
tersebut aktiflah merokok.
2.
Contoh Teks Dakwah lucu Mensyukuri
Nikmat Allah
Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
Pertama-tama
dan yang paling utama marilah kita panjatkan puja kehadirat Allah SWT, yaitu
Allah yang Maha Kuasa, Allah yang telah menciptakan alam semesta dan seisinya,
termasuk di dalamnya ada manusia dari ibu-ibu dan bapak2, para pemudi dan para
pemuda, dari tukang tahu sampai tukang calana.
Syukur
yang agung marilah kita panjatkan kehadirat Allah yang Agung, Allah yang telah
menciptkan manusia dari mulai orang kota sampai orang kampong, dari orang yang
pesek sampai orang mancung, dari mulai orang pendek sampai orang jangkung, dari
mulai orang yang gendut sampai orang yang rengkung.
Sholawat
beserta salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda alam, yang senantiasa
akan menjadi rahmatullil ‘alam, dan cahaya bagi seluruh alam, yakni Nabi
Muhammad SAW.
Hadirin kaum muslimin walmuslimat Rahimakulullah
Semenjak kita dalam
kandungan Ibu sampai kita lahir bahkan sampai hari Akhirat nantinya sorga
ataupun neraka Allah yang nama manusia tak luput dari Nikmat Allah Swt. Kalau
kita bicara tentang Nikmat Allah berarti kita tidak terlepas dari 4 perkara
yang harus kita ketahui selaku hamba Allah:
1. Siapa yang memberi Nikmat
2. Nikmat yang diberikan
3. Orang yang menerima Nikmat
4. Ucapan Syukur terhadap nikmat yang diberikan Allah.
Hadirin kaum muslimin walmuslimat rohimakumullah
Yang pertama Orang yang memberikan nikmat
Siapa yang memberikan nikmat? Yg member nikmat itu adalah
Allah dialah yang berkuasa menambah dan mengurangkan nikmat yang ada pada diri
insan, kalau Allah yang berkehendak untuk menambahnya maka tak seorangpun yang
dapat menolaknya dan begitu sebaliknya kalau Allah berkehendak untuk mencabut
nikmat yang ada pada manusia juga tak seorangpun yang mampu mempertahankannya
kenapa demikian….? Karna Iradatullah
Fauqa Kulli Iradah (kehendak
Allah diatas segala kehendak), manusia hanyalah bisa berencana bikin ini dan
itu namun keputusannya terletak pada keputusan Allah meskipun sebelumnya
perkara itu telah diputuskan oleh Allah Sebagaimana Orang kita bilang
kok ndak dapek silandak lidih
silandak bilh nan balaku
Kok ndak dapek kandak hati
Kandak Allah nan balaku
Miskipun kita telah
memilki 1001 macam rencana namun semua itu tidak berarti apa-apa kalau
sipemberi nikmat tidak merestuinya, Betapa banyak kita lihat orang tua sang
anak mengini anaknya sekolah tinggi, tapi tak semua orang Tua yang memperoleh
keinginannya yang seperti itu bahkan kadang kala sang anak tidak sadar bahwa
oang tuanya telah bersusah payah mencarikan nafkah demi keberhasilan anaknya
tapi semua itu merupakan kehendak sang pemberi Nikmat.
Yang kedua 2.
Nikmat yang diberikan Allah
Secara garis besar
nikmat yang diberikan Allah Swt kepada Ummat manusia terbagi dua yang pertama
nikmat Ijad artinya mengadakan seuatu nikmat yang belum ada dan yang kedua
nikmat Imdad yaitu nikmat yang diberikan Allah ada kelanjutanya, Nikmat yang
paling diantara nikmat yang diberikan Allah itu adalah nikmat Iman dan
kesehatan. Kalaulah manusia menghitung nikmat Allah yang ada meskipun dibantu
oleh Computer an alat teknologi canggih lainnya tak seoangpun yang sanggup
menghitungnya, ranting-ranting dijadikan pena, daun-daun sebagai bukunya dan
lautan sebagai tintanya tentu belum cukup untuk menuliskan nikmat Allah yang
diberikan kepada manusia “ "وَ إِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةِ اللهِ dan jika
kamu hitung nikmat Allah niscaya takan sanggup kamu menghitungnya”
Yang ketiga Orang yang menerima
nikmat Allah
Sikap manusia dalam
menerima Nikmat Allah tidaklah sama, ada orang yang menerima nikmat allah.
Ketika dia telah menerima nikmat yang diberikan Allah lalu dia tidak ingat akan
orang yang memberi nikmat dan ada pula orang yang ketika menerima nikmat dari
Allah dia ingat akan orang yang memberi nikmta kepadanya sehingga akan
terlancarlah dimulutnya kaliamah-kalimah yang baik dan bernilai Ibadah disisi
Allah Swt. Nah orang yang seperti ini akan ditambah nikmatnya oleh Allah Swt. Sehingga dalam Surat Ibrahim ayat 7 Allah bertfirman:
َلإِنْ شَكَرْتُمْ َلأَزِيْدَنَّا
كُمْ وَ َلإِنْ كَفِرْتُمْ إِنَّا عَذَابىِ
لَشَدِيْدٌ
Sungguh
jika kamu sukuri nikmatku akanku tambah nikmat yang kuberikan kepadamu dan jika
kamu kufur terhadap nikmat yang kuberikan niscaya Azabku sangat pedih
Kaum Muslimin wal muslimat Rahimakumullah
Yng ke empat Adanya
Ucapan Syukur terhadap nikmatnya
Nah kewajiban kita selaku orang Mukmin dengan berdasarkan
ayat diatas adalah Mensyukuri Nikmat Allah yang diberikannya kepada kita dan
salah satu tanda - tanda orang yang mensyukuri nikmat Allah lahirnya
ucapan-ucapan baik pada mulutnya, contoh kecilnya saja ketika kita akan makan
diawali dengan Bismillah dan ketika telah selesai makan ataupun minum
diakhiri dengan Alhamdulilla ini adalah satu contoh sikap orang yang mensyukuri
nikmat Allah Swt.
Lafaz
yang menyatakan Syukur kepada Allah sangatlah banyak salah satunya yang paling
baik adalah lafaz Pujian yakni Alhamdulillah lafaz ini apabila dibaca oleh
seorang yang beriman dia ringan pada lidah namun sangatlah berat pada timbangan
artinya Mudah diucapkan dan banyak, nilai ibadahnya disisi Allah Swt.
Dan
salah satu contoh lagi menandakan orang yang bersyukur kepada Allah
adalah dia mau berterima kasih kepada sesama manusia ketika orang lain
memberikan sesuatu yang bermanfa’at baginya apakah itu perkara dunia apalagi
urusan akhirat.
Pernah dalam sebuah Hadistnya Rasulullah
bersabda:
لاَ يَشْكُرُ اللهَ مَنْ لاَ
يَشْكُرُ النَاسَ ( رواه )
Artinya:Tidaklah
dinamakan bersyukur kepda Allah orang yang tidak berterima lkasih kepada sesame
manusia
( HR. )
Kaum muslimin walmuslilmat Rahimakumulla
Sepanjang
uraian diatas dapatlah kita ambil kesimpulan:
1. Marilah kita Mensyukri nikmat Allah yang telah diberikannya
kepda kita dengan jalan menta’ati segala perintahnya dan meninggalkan segala
larangannya karna dengan itulah seorang manusia akan memperoleh derajat yang
paling mulia disisi Allah Swt.
2. berdasarkan surat Ibrahim ayat 7 manmusia akan diazab
apabila dia meninggalkan syukur kepada Allah Swt. Namun sebaliknya apabila kita
bersyukur tentu nikmat yang ada akan ditambah oleh Allah Swt.
Good nigh selamat malam
Good morning selamat pagi
Saya sudahi dengan salam
Semoga kita berjumpa lagi
بِاللهِ تَوْفِيْقُ وَ الْهِدَايَةُ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ
Maaf ya kalau ayat-ayatnya banyak yang tidak tampil....!! wasssalam
semoga bermanfaat
BalasHapus