Senin, 07 Juli 2014

tugas Management keperawatan (Motivasi dan penilaian kinerja perawat)


Standar Penilaian Kinerja Perawat
Nursalam, (2008) standar pelayanan keperawatan adalah pernyataan deskriptif mengenakualitas pelayanan  yang diinginkauntuk menilai pelayanan keperawatan yang telah diberikan pada pasien. Tujuan standar keperawatan    adalah    meningkatkan    kualitas    asuhan    keperawatan, mengurangi biaya asuhan keperawatan, dan melindungi perawat dari kelalaia dala melaksanaka tuga dan   melindung pasien   dari tindakan yang tidak terapeutik.
Dalam menilai kualitas pelayanan keperawatan kepada klien digunakan standar praktik keperawatan yang merupakan pedoman bagi perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan. Standar praktek keperawatan telah di jabarkan oleh PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesi) (2000) yang mengacu dalam tahapan proses keperawatan yang meliputi: (1) Pengkajian; (2) Diagnosa keperawatan; (3) Perencanaan; (4) Implementasi; (5) Evaluasi.
a.         Standar Satu: Pengkajian Keperawatan
Perawat  mengumpulkan  data  tentang  status  kesehatan  klien  secara sistematis, menyeluruh, akurat, singkat, dan berkesinambungan. Kriteria pengkajian keperawatan, meliputi:
1)      Pengumpulan  data dilakukan  dengan  cara  anamnesa,  observasi, pemeriksaan fisik serta dari pemeriksaan penunjang.
2)      Sumber data adalah klien, keluarga, atau orang yang terkait, tim kesehatan, rekam medis, dan catatan lain.
3)      Data yang dikumpulkan, difokuskan untuk mengidentifikasi:
a)      Status kesehatan klien masa lalu
b)      Status kesehatan klien saat ini
c)       Status biologis-psikologis-sosial spiritual
d)      Respon terhadap terapi
e)      Harapan terhadap tingkat kesehatan yang optimal
f)        Resiko-resiko tinggi masalah

b.         Dua: Diagnosa Keperawatan
Perawat  menganalisa  data  pengkajian  untuk  merumuskan  dignosa keperawatan. Adapun kriteria proses:
1)    Proses  diagnosa  terdiri  dari analisa,  interpretasi  data,  identikasi masalah klien, dan perumusan diagnose keperawatan.
2)    Diagnosa  keperawatan  terdiri  dari:  masalah  (P),  Penyebab  (E), dan tanda atau gejala (S), atau terdiri dari masalah dan penyebab (PE).
3)   Bekerjasama  dengan  klien,  dan  petugas  kesehatan  lain  untuk memvalidasi diagnosa keperawatan.
4)   Melakukan pengkajian ulang dan merevisi diagnosa berdasarkan data terbaru.


c.         Standar Tiga: Perencanaan Keperawatan
Perawat membuat rencana tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah dan meningkatkan kesehatan klien. Kriteria prosesnya, meliputi:
1)      Perencanaan terdiri dari penetapan prioritas masalah, tujuan, dan rencana tindakan keperawatan.
2)      Bekerjasama dengan klien dalam menyusun rencana tindakan keperawatan.
3)      Perencanaa bersifa individua sesuai   denga kondis atau kebutuhan klien.
4)      Mendokumentasi rencana keperawatan.

d.        Standar Empat: Implementasi
Perawat  mengimplementasika tindakan   yang  telah  diidentifikasi dalam rencana asuhan keperawatan. Kriteria proses, meliputi:
1)      Bekerja  sama  dengan  klien  dalam  pelaksanaan  tindakan keperawatan
2)      Kolaborasi dengan tim kesehatan lain.
3)      Melakukan   tindaka keperawata untuk  mengatas kesehatan klien.
4)      Memberika pendidika pad klie da keluarg mengenai konsep    keterampilan    asuhan    diri    serta    membantu    klien memodifikasi lingkungan yang digunakan.
5)      Mengkaji ulang dan merevisi pelaksanaan tindakan keperawatan berdasarkan respon klien

e.         Standar Lima: Evaluasi Keperawatan
Perawat mengevaluasi kemajuan klien terhadap tindakan keperawatan dalam pencapaian  tujuan dan merevisdata dasar dan perencanaan. Adapun kriteria prosesnya:
1)      Menyusu perencanaa evaluas hasil   dar intervens secara komprehensif, tepat waktu dan terus menerus.
2)      Menggunaka data  dasar  dan  respon  klien  dalam  mengukut perkembangan ke arah pencapaian tujuan.
3)      Memvalidasi dan menganalisa data baru dengan teman sejawat.
4)      Bekerja sama dengan klien keluarga untuk memodifikasi rencana asuhan keperawatan.
5)      Mendokumentasi hasil evaluasi dan memodifikasi perencanaan.








Motivasi Kerja Perawat di Rumah Sakit

Motivasi  penting  karena  dengan  motivasi  ini  diharapkan setiap individu karyawan mau bekerja keras dan antusias untuk mencapa produktifitas   kerja   yang   tingg (Hasibuan,   2007). Perawat manajer perlu memahami tentang motivasi karena organisasi hanya dapat mencapai tujuannya jika seluruh anggota organisasi berupaya menampilkan kinerja yang optimal. Anggota organisasi  bersedia  meningkatkan  kinerja  jika  ada  keyakinan bahwa kebutuhan, tujuan, harapan, keinginan, dan keperluannya tercapai. Hasil penelitian Juliani (2007) yang mengkaji motivasi intrinsik terhadap kinerja perawat di rumah sakit P medan menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara motivasi intrinsik berdasarkan tanggung jawab, peluang untuk maju, dan kepuasan kerja terhadap kinerja perawat di rumah sakit. Hasil serupa juga didapatkan dari penelitian Supatman (2002) di rumah sakit I yang mengkaji variabel motivasi intrinsik dan ekstrinsik dihubungkan dengan prestasi kerja menunjukkan bahwa adanya hubungayang bermakna dengan prestasi kerja perawat adalah gaji, kebijakan institusi, supervisi, penghargaan, tanggung jawab, dan kesempatan berkembang.
Penelitia Marni   (2010 menunjukka bahwa   motivasi (prestasi, pengembangan, kondisi kerja, dan pengakuan) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perawat pelaksana di rumah sakit. Perawat yang mempunyai prestasi baik, mendapatkan pengembangan baik, kondisi kerja baik, serta mendapatkan pengakuan secara baik, maka memiliki probabilitas kinerja  87,01%  artinya  perawat  yang  termotivasi  akan menampilkan kinerja baik dalam melakukan pelayanan asuhan keperawatan kepada klien.
Penelitian Indrastuti (2010) mengkaji perilaku caring dan motivasi terhadap kinerja perawat di rumah sakit S berdasarkan faktor  internal  daekternal  yanada dalapekerjaan  perawat sesuai dengan teori motivasi Herzberg menunjukkan bahwa motivasi perawat di rumah sakit S berhubungan secara signifikan dengan kinerja perawat pelaksana dalam asuhan keperawatan. Motivasi perawat dalam penelitian ini diukur dengan kuesioner motivasi perawat yang diadopsi dari teori motivasi Herzber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar